Pramoedya di Antara Kapital Simbolik dan Komidifikasi Budaya
Photo by me Beberapa waktu lalu, saya tertarik pada sebuah buku yang dipromosikan di akun media sosial salah satu toko buku indie di Yogyakarta. Bertajuk Babad Blora & Tiga Cerita Legenda . Saya cukup terkesan, karena jarang menemukan karya berlatar daerah kelahiran saya , Blora, sebuah kabupaten di ujung timur Jawa Tengah. Dari postingan itu, saya langsung mengenali nama penyusunnya: Koesalah Toer dan Soesilo Toer. Tanpa perlu membaca caption secara saksama, saya sudah yakin buku itu diterbitkan oleh Pataba Press, usaha penerbitan milik Soesilo Toer, penulis sekaligus anak bungsu keluarga Pak Mastoer. Tajuk tersebut yang menyematkan istilah “Babad Blora” masih menjadi ketertarikan bagi saya yang cukup doyan sejarah Blora. Ketertarikan itu mendorong saya untuk segera memiliki bukunya. Meski mudah ditemukan di berbagai toko online, karena tak sabar, saya akhirnya membelinya langsung di toko buku terdekat beberapa hari kemudian. Begitu buku itu ada di tangan saya, saya langsung mempe...